Keliling Dapur Tujuh Kali
Wilda Yanti Salam
Penerbit Partikular
Buku ini merangkum kumpulan catatan tentang dapur, makanan, dan kenangan yang tumbuh di sekitarnya. Wilda membawa pembaca melihat hal-hal keseharian yang dekat, mulai dari cita-cita unik masa kecil, urusan LPG 3 kg, keriuhan tetangga saat hajatan kampung, cerita dari kampung adat Kaluppini hingga cerita di balik jajanan lokal Jalangkote.
Di balik penyampaiannya yang santai, kisah-kisah di dalamnya dirangkai berdasarkan penelusuran sejarah lokal dan arsip bacaan. Lewat pergeseran alat masak seperti tungku hingga resep yang diwariskan, buku ini menunjukkan bagaimana urusan dapur dan piring makan sebenarnya ikut mencatat perubahan sosial di masyarakat.
*** Dalam salah satu falsafah Bugis “ko mu’ulleni mallibu ri dapurengnge bekke pitu, abbaine no,” yang artinya jika Anda sudah mampu mengelilingi dapur sebanyak tujuh kali, maka anda sudah siap untuk menikah. Menulis rasanya seperti berkeliling dapur tujuh kali. Bukan untuk persiapan menikah, tapi karena prosesnya terasa seperti upaya untuk kembali memahami segala hal yang telah aku alami.